SOLO BATIK CARNIVAL
wisata 2 Comments »Hari Minggu, 28 Juni 2009 merupakan hari meriah buat kota Solo. Solo Batik Carnival (SBC) adalah acara yang disuguhkan dari dan untuk warga Solo dengan menampilkan pentas budaya, kuliner dan produk batik khas Solo yang eksotik dan gegap gempita. Sepanjang 6 KM di Jalan Slamet Riyadi, warga Solo tumplek bersama memerihkan acara yang diselenggarakan untuk yg kedua kalinya setelah satu tahun yang lalu sukses besar. Acara expo pembangkit gairah perdagangan solo ini dibuka oleh mentri perdagangan, Mari Pangestu (juga pakai kostum karnival).
Ini sebagian moment yang sempat kami bidik:
Batik warna warni karya tangan2 wong solo, cantik, bernilai seni, cool dan harga terjangkau … Kalau belum puas bisa berkunjung di tempat produksinya.. Tak ketinggalan juga, sekolah2 juga terinisiasi untuk menampilkan karya berbasis batik dari para siswanya … Sebuah upaya untuk menumbuhkan jiwa kewirausahaan di kalangan pelajar; sebuah jati diri warga solo yang hampir hilang di tegah arus globalisasi …
Soal kuliner, Solo memang tempatnya. Aneka jajanan khas Solo juga menghiasi acara ini, dari semar mendem, beras kencur, tahu kupat, sampai Soto Solo yang khas. Soto gerabag yang setiap harinya mangkal di pasar Legi juga ikut melengkapi kelangenan itu. Soto ini disajikan dalam mangkuk gerabah dengan sendok dari kulit dalam kelapa (bathok)…rasanya …hemm … kecewa kalau tidak merasakan …
Wah … tak sengaja dan tak terduga, di arena bazar yang penuh sesak pengunjung itu tiba2 ketemu teman lama, pasangan Didik-Dewi, teman SMA yang sengaja datang jauh dari Bandung … selamat berjumpa kawan, senang bisa ketemu kembali, sama2 cari kelangenan suasana eksotik seni batik solo yang membanggakan … Alahmdulillah kami masih ditakdirkan untuk bisa menikmati keindahan batik Solo dengan menyaksikan satu generasi pembatik yang hampir uzur … sebuah potret generasi yang penuh dedikasi dalam karya nyata pelestari budaya bangsa yang adiluhung … Dulu kami juga menyaksikan seperti itu semasa kecil … Sekarang…. ternyata generasi itu masih ada … dan tentu kita berharap, generasi berikutnya akan tetap meneruskan estafet budaya leluhur itu..
Alhamdulillah, rupanya Pemkot Solo cukup responsif terhadap keadaan sekarang. Setelah Malaysia mematenkan bebrapa motif batik produknya, Pemkot Solo juga mematenkan beberapa motif batik khas Solo, seperti parang kusumo dll … semoga segera dikuti dengan kemauan politik yang kuat dari pemerintah untuk mendorong percepatan gairah “MBATIK’ di dunia …
“sedikit cerita … ada teman jepang yg dulu pernah tinggal di Indonesia dan sempat belajar membatik ..trus pulang ke jepang dengan membawa seperangkat alat mbatik dan sekarang mencoba mengembangkan bakat seninya dengan membatik ..nah lo …”
Batik tidak hanya cocok di Indonesia, tapi juga dunia …
Salam batik ..
edyMei














































