HIKMAH merupakan sebuah kata yang selalu dicari oleh banyak orang dalam setiap situasi. Dalam kamus, dalam kitab fiqih, dalam kitab tafsir, telah banyak diterangkan tentang arti dan maksud Hikmah. Ringkasnya, hikmah berarti kebijaksanaan/kewicaksanaan, pemahaman yang mendalam terhadap suatu fenomena hingga kemaknaan yang tersirat. Orang yang dikaruniai hikmah adalah orang yang mampu memaknai semua peristiwa yang dialami atau ilmu yang dipelajari dan dapat melakukan tindakan yang tepat dalam berbagai situasi.
Orang yang dikaruniai hikmah juga akan banyak mengeluarkan kata2 hikmah yang mengandung arti mendalam namun mudah dicerna manusia. Bagi bangsa Idonesia, karunia hikmah juga dianggap sangat penting untuk setiap pemimpin sehingga kata hikmah juga dijumpai di dalam sila ke-4 di dalam Pancasila.
Untuk menghasilkan kata-kata yang mengandung hikmah ternyata tidak mudah. Tidak semua orang mampu melakukannya, apalagi dalam situasi di tengah2 persoalan hidup yang kompleks. Kata2 hikmah hanya dapat dilahirkan dari keadaan yang tenang dan penuh kepasrahan kepada Allah SWT
Semua Nabi dan Rasul dianugerahi Hikmah. Siapa contoh orang (bukan Nabi/Rosul) yang dikaruniai hikmah?
Al Quran menyebut dengan jelas bahwa, Luqman adalah orang yang telah diberi Hikmah.
” Dan sesungguhnya, kami telah menganugerahkan Hikmah kepada Luqman, dengan ucapannya: “bersyukurlah kepada Allah; sesungguhnya barang siapa bersyukur, dia telah bersyukur untuk dirinya; dan barang siapa kufur, sesungguhnya Allah Maha Kaya lagi Maha Terpuji”.” (QS Luqman:12)
Kata2 hikmah tersebut tentu tidak keluar begitu saja. Luqman tentu telah melakukan proses pembelajaran yang banyak terhadap semua peristiwa hidup yang dialaminya. Pemahaman yang mendalam dalam dinamika hidup yang dialaminya telah melahirkan kata-kata hikmah dari Luqman yang berupa nasehat2 kepada putranya. Kalau dicermati, ternyata kata2 nasehat tersebut juga berlaku universal, dan termasuk untuk manusia kini. Itulah contoh kata2 hikmah yang mengandung kebaikan yang nilainya bisa berlaku sepanjang masa.
Dapatkah kita seperti Luqman yang dianugerahi Hikmah?
Al Quran menjelaskan bahwa Allah memberikan Hikmah kepada siapa yang dikehendakiNya.
“Dan Allah menganugerahkan Hikmah kepada siapa yang dikehendaki. Barang siapa diberi Hikmah, sungguh dia telah dikaruniai kebaikan yang banyak. Dan tiadalah orang yang mampu melakukan pemikiran yang mendalam (mendapat Hikmah) kecuali Ulil Albab.” (QS Al Baqoroh: 169).
Ayat ini lebih menjelaskan tentang karunia Hikmah yang bersifat lebih umum (general). Setiap orang memiliki peluang untuk diberi hikmah, dan dengan hikmah maka akan melahirkan kebaikan yang banyak. Persis seperti yang dialami Luqman. Dan Hikmah hanya diberikan kepada Ulil Albab….siapa Ulil AlBab?
Allah menjelaskan tentang Ulil Albab yaitu orang yang selalu melakukan pemikiran yang mendalam (tafakur).
“Yaitu orang2 yang selalu memikirkan Allah (connected to Allah) baik dalam keadaan berdiri, duduk, maupun berbaring (dalam segala situasi). Dan mereka melakukan tafakkur (research=pemikiran sistematik, mendalam dan akurat untuk mendapatkan pemahaman yang tepat terhadap segala sesuatu guna mendapatkan petunjuk aktualisasi yang tepat) terhadap apa2 yang ada di langit dan di bumi. Dan mereka mengatakan (thesis yang ditemukan=hikmah): ya Tuhanku, tiadalah kesia-siaan terhadap yang telah Engkau ciptakan ini semua. Maha suci Engkau ya Allah..maka jauhkanlah aku dari siksa api neraka (aktualisasi yang dikehendaki)”:. (QS Ali Imron: 191).
Suatu ilustrasi yang singkat tentang hubungan Hikmah dengan aktualisasi kehidupan. Seseorang akan mendapatkan Hikmah kalau pikirannya jernih , hanya mengharap ridho Allah, kemudian melakukan pencermatan terhadap situasi yang dihadapi, baik lingkungan alamiah maupun sosialnya. Dari pencermatan itu, insya Allah akan menemukan jawaban dan makna yang benar. Dalam dunia akademik jawaban dan makna ini sering disebut Thesis, atau bahkan teori. Dalam konteks Ulil Albab, Thesis tersebut bersifat transenden karena analisisnya mendasarkan kepada kekuasaan Allah (selalu terhubung kepada Allah). Dalam bentuk sederhana, hikmah/thesis tersebut akan bisa berupa kata2 mutiara atau nasehat yang sangat berarti untuk pemecahan masalah kehidupan. Selanjutnya, aktualisasi yang tepat sangat diperlukan untuk memberikan kemanfaatan yang banyak dan dijauhkan dari keburukan (idqum-minannar) dan tetap tawadhu, jauh dari kesombongan.
Hikmah sangat diperlukan oleh setiap orang dalam menempuh dinamika hidupnya. Hikmah hanya bisa diperoleh dengan pemikiran yang mendalam terhadap segala sesuatu yang dihadapinya secara proaktif dan secara kontinyu terhubung dengan Allah SWT. Orang yang mendapatkan Hikmah, insya Allah akan mampu melakukan tindakan dan perkataan yang tepat dan berbuah kebaikan dalam masa yang panjang. Bisa seribu bulan … insya Allah ….
Ya Allah …
Bimbinglah kami untuk selalu bisa mengingatMu …
Bimbinglah kami untuk mentafakuri karuniaMu ..
limpahkanlah secercah Hikmah kepada kami
Tunjukilah kami jalan kebaikan dalam perbuatan kami
dan jauhkanlah kami dari keburukan akibat perbuatan kami
Maha Suci Engkau ya Allah …
bersihkanlah hati kami dari tidak mengingat Engkau
bersihkanlah hati kami dari sifat kufur dan sombong
Amieen ya Rabbal ‘Alamien ..
23 Ramadhan 1430 H
eDymEi