PENGEMBANGAN AGEN KEMOPREVENSI KANKER YANG TEPAT SASARAN
essay No Comments »Assalaamu’alaikum Wa Rahmatullahi Wa Barokaatuh,
Bissmillahirrohmaanirrohiim,
Yang terhormat
Ketua, Sekretaris, dan Anggota Majelis Wali Amanat
Ketua, Sekretaris, dan Anggota Majelis Guru Besar,
Ketua, Sekretaris, dan Anggota Senat Akademik
Rektor, Wakil Rektor Senior, dan Wakil Rektor,
Para Dekan, Wakil Dekan, dan ketua lembaga di lingkungan UGM,
Segenap Civitas Academica Universitas Gadjah Mada,
Para hadirin dan tamu undangan yang saya hormati dan muliakan,
Alhamdulillahirobbil ‘alamiin,
Rasanya tiada kata terindah saat ini untuk saya ungkapkan selain rasa syukur kepada Allah SWT, karena atas Rahmat dan karunia-Nya pada pagi hari ini saya dapat berkesempatan menyampaikan pidato pengukuhan Guru Besar dalam Bidang Kimia Farmasi pada Fakultas Farmasi, Universitas Gadjah Mada. Melalui sidang yang terhormat ini, ijinkanlah saya menyampaikan pidato dengan judul:
HARAPAN DAN TANTANGAN PENGEMBANGAN AGEN KEMOPREVENSI KANKER TEPAT SASARAN
Pada acara yang penuh rasa syukur ini, saya merasa bahagia karena dapat menyampaikan sekelumit gagasan tentang tren dan paradigma pengembangan obat di dunia saat ini, khususnya yang terkait dengan penyakit kanker. Penyakit kanker dipandang sebagai penyakit yang paling kompleks dan paling sulit diobati sehingga memerlukan perhatian yang cermat dari berbagai sudut ilmu. Penyakit kanker terkait erat dengan sebagian besar proses kehidupan biologi dan biokimiawi manusia sehingga pendekatannya memerlukan pemahaman yang komprehensif mengenai mekanisme biomolekuler pada sistem biologi.
Allah SWT berfirman: Kun fa yakun, jadilah maka jadilah ia. Demikian ketetapan Tuhan untuk setiap kejadian alam semesta. Menjadi ada melalui sebuah proses adalah juga kehendak Tuhan yang ditetapkan melalui hukum-hukum alamiah. Demikian juga dalam seluruh proses biologi. Sudah menjadi ketentuan Tuhan bahwa sel berkembang dan mati, serta berada dalam sistem kontrol hukum-hukum biokimia-biofisika (molekular) yang rumit.Adanya gangguan sistem kontrol pada proses-proses biologi dapat menyebabkan terjadinya perubahan fisiologi dan menyebabkan sakit. Oleh karena itu sudah menjadi hal yang semestinya bahwa untuk memahami sakit diperlukan pemahaman perubahan molekular yang menyertainya guna mendapatkan proses terapi yang tepat.
Kanker adalah salah satu kondisi patologis seluler dengan karakteristik adanya pembelahan sel yang tidak terkontrol. Pembelahan sel diatur melalui proses daur sel secara terprogram. Dalam satu siklus daur sel terdapat 4 (empat) fase yang dilalui, yakni fase G-1 (Gap pertama), fase S (sintesis DNA), fase G-2 (Gap kedua), dan fase M (mitosis). Pada sel normal, peristiwa pada setiap fase tersebut diatur oleh seperangkat protein regulator yang diaktivasi dan disediakan (diekspresi) secara ketat. Adanya perubahan dalam sistem aktivasi atau ekspresi protein pengatur akan mengakibatkan gangguan dalam perjalanan daur sel. Sel yang demikian inilah yang dinamakan sel yang telah mengalami perubahan (transformasi) fisiologi dan dapat mengakibatkan rusaknya kontrol secara normal. Sel ini akan dapat berkembang dengan lebih cepat daripada sel normal dan membentuk komunitas sel dengan diferensiasi yang rendah. Dengan dasar adanya ketidaknormalan dalam sistem regulasi daur sel, maka banyak obat antikanker dikembangkan dengan sasaran (target) pada modulasi daur sel. Obat-obat antikanker tersebut memiliki sejarah yang unik dalam penemuan dan pengembangannya.
Baca selengkapnya: