Mengenang Edwin Krebs

Berita No Comments »

Tanggal 21 Desember 2009, seorang tokoh ilmuwan telah tiada. Dia adalah Edwin Krebs, seorang biochemist yang mendapatkan hadiah nobel pada tahun 1992 dengan penemuannya tentang aktivasi dan deaktivasi protein melalui proses fosforilasi dan defosforilasi oleh protein kinase dan protein fosfatase. Temuan ini membuka pengetahuan baru yang progresif tentang berbagai proses fisiologi dan patologi seluler berbasis transduksi signal intra seluler.

Berikutini adalah petikan tulisan dari Journal The Scientist:

Edwin Krebs dies

Nobel Laureate uncovered the mechanism of reversible protein phosphorylation

[Published 28th December 2009 05:16 PM GMT]

Edwin G. Krebs, winner of the 1992 Nobel Prize for Physiology or Medicine for first describing the process of reversible protein phosphorylation, died at 91 on December 21 of complications from heart failure.

A longtime professor at the University of Washington, Krebs shared the Nobel with his colleague Edmond Fischer. Krebs’ research served as “major foundation stones for what is now the ’signaling field,’” Bruce Kemp, a former postdoc of Krebs and professor at St. Vincent’s Institute of Medical Research in Australia, wrote in an email to The Scientist.
Read the rest of this entry »

Gus Dur Wafat

Berita No Comments »

Innalillaahi wa inna ilaihi rooji’un

Malam ini ada berita Gus Dur wafat setelah beberapa hari dirawat di RSCM karena komplikasi penyakitnya … sebagai anak bangsa, kita merasa kehilangan satu tokoh bangsa yang lebih dikenal sebagai pejuang demokrasi …
Selamat jalan Gus … engkau telah memberikan yang terbaik buat bangsa dan kemanusiaan, semoga Allah SWT meridoi amal usahamu dan memudahkanmu dalam menempuh perjalanan di alam barzah … semua telah memberikan inspirasi buat kami yang masih berjuang di alam fana ini … Allahumma firlahu, warhamhu, wa’afihi wa’fuanhu …

EdYmEi

Khutbah Iedul Adha 1430 H: Cinta Ibrahim

Hikmah No Comments »

Oleh: Dr. Kamsul Abraha, MSc.

Pengantar:

Iedul Adha 1430 H bertepatan pada hari Jumat 27 November 2009. Seperti biasanya, kami melaksanakan sholat Ied di Halaman Masjid jamik At Taqwa Perumnas Minomartani. Alhamdulillah rupanya penduduk Perumnas Minomartani semakin makmur. Untuk Iedul Adha kali ini di Perumnas yang dihuni sekitar 2000 KK ono telah terkumpul hewan qurban sapi sebanyak 51 ekor dan kambing lebih dari 150 ekor. Khutbah sholat Ied disampaikan oleh Dr. Kamsul Abraha, MSc, rekan  dosen dari Fakultas MIPA UGM. Berikut ini isinya:

Allahu Akbar, Allahu Akbar, Allahu Akbar WalilLahilhamdu.

Ma’aasyiral Muslimin RahimakumulLah.

Alhamdulillah, sungguh merupakan satu kenikmatan dan kebahagiaan yang tiada terkira bahwa pada hari ini kita merayakan Idul Adha, hari raya terbesar bagi umat Islam yang bersifat internasional, setelah dua bulan sebelumnya kita merayakan hari raya Idul Fithri. Pada hari ini sekitar tiga juta umat Islam dari beragam suku, bangsa dan ras serta dari berbagai tingkat sosial dan penjuru dunia berkumpul dan berbaur di kota suci Makkah Al-Mukarramah untuk memenuhi panggilan Allah menunaikan ibadah haji. Suara mereka bertaut dengan suara kita, sambung-menyambung di angkasa raya dalam pujian, takbir, tahlil dan tahmid. Ini karena kita semua disatukan dalam nikmat terbesar yang diberikan Allah SWT, yakni nikmat Iman dan Islam.

Hari raya Idul Adha juga merupakan hari raya istimewa karena dua ibadah agung dilaksanakan pada hari raya ini yang jatuh di penghujung tahun hijriyah, yaitu ibadah haji dan ibadah qurban. Kedua-duanya disebut oleh Al-Qur’an sebagai salah satu dari syi’ar-syi’ar Allah swt yang harus dihormati dan diagungkan oleh hamba-hambaNya. Bahkan mengagungkan syi’ar-syi’ar Allah merupakan pertanda dan bukti akan ketaqwaan seseorang seperti yang ditegaskan dalam firmanNya: “Demikianlah (perintah Allah). Dan barangsiapa mengagungkan syi’ar-syi’ar Allah, maka sesungguhnya itu timbul dari ketakwaan hati(Al-Hajj: 33). Atau menjadi jaminan akan kebaikan seseorang di mata Allah seperti yang diungkapkan secara korelatif pada ayat sebelumnya, “Demikianlah (perintah Allah). Dan barangsiapa mengagungkan apa-apa yang terhormat di sisi Allah maka itu adalah lebih baik baginya di sisi Tuhannya”. (Al-Hajj: 30)

Read the rest of this entry »

Spiritualitas Usia Lanjut

essay No Comments »

Oleh: Niken Iriani LNH

Selama proses menuju lanjut usia, individu akan banyak mengalami berbagai kejadian hidup yang penting (important life event) yang sering dipandang sebagai sesuatu yang negatif, antara lain klimaterium, menopouse-andropouse, sangkar kosong (empty nest), berbagai kemunduran fisik, pensiun dan kejadian hidup lainnya yang dapat menyebabkan pemikiran yang negatif. Menurut Hardywinoto dan Setiabudi (1999), pada lanjut usia akan terjadi kehilangan ganda (triple loss) sekaligus yaitu kehilangan peran, hambatan kontak sosial dan berkurangnya komitmen.

Perubahan-perubahan tersebut menimbulkan persoalan pada diri lanjut usia. Oleh karena itu para lanjut usia perlu memahami dan mengerti akan berbagai informasi tentang perubahan-perubahan yang terjadi pada dirinya dan bagaimana menyikapinya sehingga dapat menikmati hari-harinya dengan penuh kebahagiaan sampai akhir hayatnya yaitu dengan khusnul khotimah.

BACA SELANJUTNYA …

SUMPAH PEMUDA=BEBASKAN PEMUDA DARI ASAP ROKOK

essay 2 Comments »

OLEH: ARIFINA BUDI ASWATI

Selamat hari Sumpah Pemuda, kawan!
Cuman telat sehari nggak apa kan?? Hehe..
Lama nggak nge blog, males je… males buka komputer, mana hotspot di rumah suka lelet pula. Huft, sabar..sabar..

Masih dalam suasana Sumpah Pemuda, kali ini aq pengen membahas tentangeksistensi pemuda dalam hal MEROKOK.
Beh… sekarang, teh udah marak atu yang namanya NGEROKOK. Tahukah kalian bahwa rokok itu SANGAT SANGAT AMAT SANGAT BERBAHAYA bagi tubuh, soale mengandung 4000 bahan kimia di dalamnya. Yang aku ingat, ada bahan pembuat deterjen, njuk CO atau CO2 ya?? Lupa, dll.
Survei membuktikan bahwa 43% anak Indonesia adalah Perokok Pasif.
Jadi perokok itu ada dua, yang aktif dan pasif.

BACA SELANJUTNYA ….

Nasionalisme Dengan Cinta Produk Dalam Negeri

essay No Comments »

Kompas, Senin, 19 Oktober 2009

Oleh: Arifina Budi Aswati

Penjajahan kolonialisme Belanda terhadap Indonesia menimbulkan perlawanan yang hebat dari rakyat Indonesia. Hal ini menimbulkan peperangan antara masyarakat pribumi melawan penjajah. Mengapa perang terjadi? Tak ada bangsa yang mau dijajah oleh bangsa lain.

Demikian juga kita sebagai bangsa. Peperangan itu terjadi karena bangsa Indonesia ingin mendapatkan kemerdekaannya dan demi mempertahankan wilayahnya. Salah satu modal dasar bagi rakyat mengusir penjajah adalah semangat dan didasari kecintaannya pada Indonesia. Cinta mereka pada Tanah Air bukan main-main, mereka benar-benar mengabdi pada bangsa. Akan tetapi, tak hanya para pejuang yang memiliki rasa cinta terhadap Tanah Air. Bangsa Indonesia waktu itu memiliki jiwa nasionalisme yang teramat tinggi, semua masyarakatnya ikut serta dalam pembelaan negara, lalu bagaimana dengan saat ini, terutama di kalangan pemuda?

BACA SELANJUTNYA …

KONGRES ISFI 2009

Berita  Tagged No Comments »

Kongres Ikatan Sarjana Farmasi Indonesia (ISFI) akan diselenggrakan di Jakarta (Hotel Bidakara) tanggal 7-9 Desember 2009. Pada Kongres ini sekaligua akan diadakan Kongres Nasional Organisasi dan Kongres Ilmiah. Info selengkapnya dapat dilihat pada website ISFI: http://www.kongres-isfi.info

Leaflet-kongs-isfi09 Leaflet-kongs-isfi09-2

Laelatul Qadar: Meraih Hikmah, meraih kebaikan seribu bulan

Hikmah No Comments »

HIKMAH merupakan sebuah kata yang selalu dicari oleh banyak orang dalam setiap situasi. Dalam kamus, dalam kitab fiqih, dalam kitab tafsir, telah banyak diterangkan tentang arti dan maksud Hikmah. Ringkasnya, hikmah berarti kebijaksanaan/kewicaksanaan, pemahaman yang mendalam terhadap suatu fenomena hingga kemaknaan yang tersirat. Orang yang dikaruniai hikmah adalah orang yang mampu memaknai semua peristiwa yang dialami atau ilmu yang dipelajari dan dapat melakukan tindakan yang tepat dalam berbagai situasi.

Orang yang dikaruniai hikmah juga akan banyak mengeluarkan kata2 hikmah yang mengandung arti mendalam namun mudah dicerna manusia. Bagi bangsa Idonesia, karunia hikmah juga dianggap sangat penting untuk setiap pemimpin sehingga kata hikmah juga dijumpai di dalam sila ke-4 di dalam Pancasila.

Untuk menghasilkan kata-kata yang mengandung hikmah ternyata tidak mudah. Tidak semua orang mampu melakukannya, apalagi dalam situasi di tengah2 persoalan hidup yang kompleks. Kata2 hikmah hanya dapat dilahirkan dari keadaan yang tenang dan penuh kepasrahan kepada Allah SWT

Semua Nabi dan Rasul dianugerahi Hikmah. Siapa contoh orang (bukan Nabi/Rosul) yang dikaruniai hikmah?

Al Quran menyebut dengan jelas bahwa, Luqman adalah orang yang telah diberi Hikmah.

” Dan sesungguhnya, kami telah menganugerahkan Hikmah kepada Luqman, dengan ucapannya: “bersyukurlah kepada Allah; sesungguhnya barang siapa bersyukur, dia telah bersyukur untuk dirinya; dan barang siapa kufur, sesungguhnya Allah Maha Kaya lagi Maha Terpuji”.” (QS Luqman:12)

Kata2 hikmah tersebut tentu tidak keluar begitu saja. Luqman tentu telah melakukan proses pembelajaran yang banyak terhadap semua peristiwa hidup yang dialaminya. Pemahaman yang mendalam dalam dinamika hidup yang dialaminya telah melahirkan kata-kata hikmah dari Luqman yang berupa nasehat2 kepada putranya. Kalau dicermati, ternyata kata2 nasehat tersebut juga berlaku universal, dan termasuk untuk manusia kini. Itulah contoh kata2 hikmah yang mengandung kebaikan yang nilainya bisa berlaku sepanjang masa.

Dapatkah kita seperti Luqman yang dianugerahi Hikmah?

Al Quran menjelaskan bahwa Allah memberikan Hikmah kepada siapa yang dikehendakiNya.

“Dan Allah menganugerahkan Hikmah kepada siapa yang dikehendaki. Barang siapa diberi Hikmah, sungguh dia telah dikaruniai kebaikan yang banyak. Dan tiadalah orang yang mampu melakukan pemikiran yang mendalam (mendapat Hikmah) kecuali Ulil Albab.” (QS Al Baqoroh: 169).

Ayat ini lebih menjelaskan tentang karunia Hikmah yang bersifat lebih umum (general). Setiap orang memiliki peluang untuk diberi hikmah, dan dengan hikmah maka akan melahirkan kebaikan yang banyak. Persis seperti yang dialami Luqman. Dan Hikmah hanya diberikan kepada Ulil Albab….siapa Ulil AlBab?

Allah menjelaskan tentang Ulil Albab yaitu orang yang selalu melakukan pemikiran yang mendalam (tafakur).

“Yaitu orang2 yang selalu memikirkan Allah (connected to Allah) baik dalam keadaan berdiri, duduk, maupun berbaring (dalam segala situasi). Dan mereka melakukan tafakkur (research=pemikiran sistematik, mendalam dan akurat untuk mendapatkan pemahaman yang tepat terhadap segala sesuatu guna mendapatkan petunjuk aktualisasi yang tepat) terhadap  apa2 yang ada di langit dan di bumi. Dan mereka mengatakan (thesis yang ditemukan=hikmah): ya Tuhanku, tiadalah kesia-siaan terhadap yang telah Engkau ciptakan ini semua. Maha suci Engkau ya Allah..maka jauhkanlah aku dari siksa api neraka (aktualisasi yang dikehendaki)”:. (QS Ali Imron: 191).

Suatu ilustrasi yang singkat tentang hubungan Hikmah dengan aktualisasi kehidupan. Seseorang akan mendapatkan Hikmah kalau pikirannya jernih , hanya mengharap ridho Allah, kemudian melakukan pencermatan terhadap situasi yang dihadapi, baik lingkungan alamiah maupun sosialnya. Dari pencermatan itu, insya Allah akan menemukan jawaban dan makna yang benar. Dalam dunia akademik jawaban dan makna ini sering disebut Thesis, atau bahkan teori. Dalam konteks Ulil Albab, Thesis tersebut bersifat transenden karena analisisnya mendasarkan kepada kekuasaan Allah (selalu terhubung kepada Allah). Dalam bentuk sederhana, hikmah/thesis tersebut akan bisa berupa kata2 mutiara atau nasehat yang sangat berarti untuk pemecahan masalah kehidupan. Selanjutnya, aktualisasi yang tepat sangat diperlukan untuk memberikan kemanfaatan yang banyak dan dijauhkan dari keburukan (idqum-minannar) dan tetap tawadhu,  jauh dari kesombongan.

Hikmah sangat diperlukan oleh setiap orang dalam menempuh dinamika hidupnya. Hikmah hanya bisa diperoleh dengan pemikiran yang mendalam terhadap segala sesuatu yang dihadapinya secara proaktif dan secara kontinyu terhubung dengan Allah SWT. Orang yang mendapatkan Hikmah, insya Allah akan mampu melakukan tindakan dan perkataan yang tepat dan berbuah kebaikan dalam masa yang panjang. Bisa seribu bulan … insya Allah ….

Ya Allah …
Bimbinglah kami untuk selalu bisa mengingatMu …
Bimbinglah kami untuk mentafakuri karuniaMu ..
limpahkanlah secercah Hikmah kepada kami
Tunjukilah kami jalan kebaikan dalam perbuatan kami
dan jauhkanlah kami dari keburukan akibat perbuatan kami
Maha Suci Engkau ya Allah …
bersihkanlah hati kami dari tidak mengingat Engkau
bersihkanlah hati kami dari sifat kufur dan sombong

Amieen ya Rabbal ‘Alamien ..

23 Ramadhan 1430 H
eDymEi

Secercah Harapan Si Kecil

cerpen No Comments »

CERPEN

Oleh: Arifina Budi Aswati (Upik)

Namanya Niar. Usianya baru menginjak 4 tahun, tapi rasa ingin tahunya sagatlah besar.
Tangan mungilnya selalu memeluk boneka kelinci putih kesayangannya. Kemanapun ia pergi, boneka itu pasti ada dalam pelukannya. Boneka pemberian ayah setahun yang lalu karena Niar sudah dapat membaca iqra’. Wajahnya bulat menggemaskan. Pipi tembemnya semakin terlihat manis dengan kedua lesung pipi yang menghiasinya. Tawanya tak pernah surut. Inilah yang selalu membuat ayah dan bunda bahagia. Niar.

Suatu malam, Niar terbangun dari tidurnya. Malam ini adalah malam pertama ia tidur sendiri di kamar barunya. Entah, mungkin karena ia baru pertama kali tidur sendirian, ia merasa ketakutan.
“Bunda…bunda…” Niar berseru lirih. Ia terduduk di atas ranjang empuknya seraya memeluk boneka kelinci putihnya. Beberapa kali ia memanggil bunda tapi malaikat hidupnya itu tak kunjung datang.
Lama Niar terdiam. Akhirnya Niar turun dari ranjangnya lalu keluar kamar.

Awalnya ia berniat ke kamar bunda, tapi langkahnya terhenti saat ia melihat sesosok putih-putih sedang duduk di ruang tengah. Ia memeluk bonekanya erat sekali. Keadaan di ruang tengah gelap. Niar menggelengkan kepalanya, meyakinkan diri bahwa Niar tidak takut. Ia melangkah mendekati sosok tersebut. Sesaat ia tepat di belakangnya, sosok itu menoleh ke kanan lalu ke kiri.

“Niar..” sosok itu memanggil namanya setelah membalikkan badan.
“Kenapa, nak?” tanyanya.
“Bunda……..” Niar berkata lirih.
“Bunda sholat, yah?” tanyanya dengan polos. Sosok yang ia panggil “bunda” itu tersenyum seraya mengelus rambut putrinya itu.
“Iya. Niar mau ikut sholat juga?” tanya bunda.
“Sholat buat apa, sih Bun?” wajahnya yang polos menggemaskan membuat bunda semakin tersenyum, bangga.
“Sini, sayang..duduk. Kita umat muslim itu wajib sholat. Sehabis sholat, Niar boleh berdoa, minta apa saja sama Allah. Walaupun Allah nggak kelihatan tapi Allah pasti dengar doa Niar.Sholat itu sebagai wujud cinta kita pada Allah.” Bunda menjelaskan dengan suara lembutnya. Niar mengangguk.
“Niar boleh minta apa aja, Bun?Terus nanti apa yang diminta Niar, Niar dapet nggak?” tanya Niar.
“Kalau Niar berdoa sungguh-sungguh, Allah pasti mengabulkan doa Niar.” jawab Bunda. Niar mengangguk lagi.

Kemudian Niar berdiri dari pangkuan bundanya.
“Bunda, Niar mau sholat.” katanya sambil menarik tangan Bundanya. Bunda mengelus rambutnya dengan lembut, lalu bunda berdiri dan menuntunnya wudu.
“Sebelum sholat harus wudu dulu, ya Sayang..supaya bersih.” kata Bunda. Niar menurut.
Usai berwudu, bunda mengenakannya mukena berwarna putih yang nampak masih sangat baru.
“Niar tahu? Mukena ini dibelikan oleh ayah, khusus untuk Niar.” kata Bunda.
“Ini dari ayah, Bun? Wah… bagus, ya..” Niar mengomentari mukena yang dibelikan ayahnya.
“Nah, Niar sudah cantik. Sekarang sholat ya…”

Mereka pun sholat bersama-sama. Gerakan Niar yang belum terbiasa sholat nampak lucu sekali. Masih kaku tapi semangatnya tinggi sekali untuk belajar sholat.
Usai salam, Bunda menuntunnya berdoa.
“Niar mau berdoa apa pada Allah?” tanya Bunda.
“Bunda, kata pak ustadz kalo berdoa harus diem2,nggak boleh ada yang tau.” kata Niar, polos. Bunda hanya tersenyum dan membiarkan putri kecilnya itu memohon padaNya.

“Ya Allah…Niar mau minta sama Allah, mudah-mudahan ayah yang lagi kerja di Bandung selalu sehat. Lindungi ayah, ya Allah. Terus, semoga bunda juga sehat selalu. Semoga ayah bunda selalu sehat, ampunilah dosa mereka ya Allah. Ya Allah, Niar sayang sama ayah sama bunda, semoga ayah bunda selalu terlindungi, amiiiinn..” itulah doa Niar kecil, doa penuh ketulusan, doa penuh kesungguhan.

Bunda berlinang air matanya mendengar doa si kecil meski tadi Niar mengatakan kalau berdoa harus diam-diam tapi nyatanya ia berdoa dengan suaranya yang polos itu.

Permintaannya sederhana tapi ketulusannya luar biasa.
Ketulusan dan kesungguhannya, semoga doanya dikabulkan oleh Sang Khalik, amiin..

=terima segala nya dengan penuh ketulusan..=

Marchaban ya Ramadhan 1430 H

Hikmah No Comments »

Alhamdulillahi Robbil ‘alamiin …. Sebuah ungkapan syukur dan terimakasih kepada Allah yang paling tepat. Ucapan pujian kepada Allah yang menciptakan, dan memelihara seluruh alam semesta, termasuk kita semua, merfleksikan sebuah pengakuan bahwa keberdayaan kita hanyalah karena Allah semata. Ucapan ini sangat baik diekspresikan dalam situasi apapun, apalagi dalam keadaan suka cita setelah menerima kenikmatan yang banyak.

Allah telah melimpahkan kenikmatan yang banyak kepada kita, baik berupa kesehatan, kesempatan, keimanan dan segala anugerah fisik dan ruhani yang menjadi diri kita semua ini. Khusushon, bagi mahasiswa baru, anda telah mendapatkan nikmat yang luar biasa, yang jarang diterima oleh orang lain. Dari lebih 5000 lulusan SMA, andalah yang mendapatkan kesempatan masuk Fakultas Farmasi UGM ini. Ini semua bukan karena kepandaian yang kita miliki, melainkan karena anugerah Allah semata.

“Barang siapa bersyukur, maka Allah akan menambah nikmatnya, tapi barang siapa kufur, ingat, azab Allah sangat pedih”

Bersyukur merupakan ekspresi kesadaran integral seluruh dimenasi kemanusiaan dan eksistensi kita. Bahwa kita bukan penguasa atas diri kita. Apa2 yang melekat pada diri kita adalah anugerah dari Sang Pencipta. Bahkan kita sama sekali tidak mampu memahami selengkapnya seluruh proses biologi dan fisiologi tubuh kita. Kita sama sekali tidak mengetahui sel2 mana di tubuh kita yang saat ini sedang membelah atau sedang mengalami proses kematian (apoptosis), atau yang sedang berdifferensiasi. Kita tidak tahu sama sekali tentang pekerjaan sel2 penyusun tubuh kita sedang bekerja keras saat ini. Sel2 kita melakukan pekerjaan2 yang rumit untuk menjaga performa diri kita supaya dapat beramal sholeh dengan sebaik-baiknya. Kita tidak tahu dan tidak mampu mengaturnya. Hanya Allah yang Maha Pengatur segalanya.

Ekspresi Syukur berdimensi Humanis dan transendens; Habluminallah dan Habluminannas dalam amaliah keseharian. Totalitas amaliah itulah yang disebut Taqwa yang merupakan bentuk aksi (kerja) dan bersifat dinamis. Upaya pencapaian kapasitas integral itu sudah menjadi kewajiban bagi orang-orang yang beriman.

Setiap capaian sebuah proses, tentu ada cara, metode, dan mekanisme yang mengantarkannya. Kita sekalilagi bersyukur, Allah telah menyediaan cara dan metode untuk mencapai Taqwa tersebut, yaitu dengan bulan Ramadhan.

Hai orang2 yang beriman. Telah diwajibkan untuk berpuasa kepadamu sebagaimana telah diwajibkan kepada orang2 sebelum kamu. Mudah-mudahan kamu menjadi orang yang bertaqwa. (QS Al Baqoroh: 183)

Ramadhan merupakan wahana, tempat dan sekuen waktu untuk berlatih mengaktualisasikan kesyukuran kita kepada Allah SWT. Tujuannya adalah agar kita menjadi bertaqwa. Selama satu bulan kita dituntun untuk melakukan amaliah2 secara integral, dari segala dimensi, baik yang berhubungan dengan kegiatan antar manusia, ataupun yang langsung berhubungan dengan Allah. Puasa bukan sekedar menahan makan-minum dan berhubungan sex suami-istri di siang hari, tetapi juga membersihkan hati dari nafsu2 rendah dan berupaya untuk mengenal Allah seluas-luasnya. Dan semua tentu harus dilakukan secara Ikhlas dan Ridho.

Selamat berpuasa …


WordPress Theme & Icons by N.Design Studio. WPMU Theme pack by WPMU-DEV.
Entries RSS Comments RSS Log in